Selasa, 31 Oktober 2017

BUDAYA COPY-PASTE DAN PRODUKTIVITAS MENULIS KITA

Oleh : Hasrul Hadi Kemajuan teknologi komunikasi seperti saat ini mengelompokkan manusia pada dua kutub yang berbeda. Khususnya terkait dengan produktivitas menulis. Di kutub pertama ada orang-orang yang produktif menulis dan di kutub lainnya terdapat pula orang-orang yang tidak produktif. Ada yang hanya sebagai penikmat tulisan saja. Dan yang lebih parah lagi ada pula orang-orang yang bukan penulis dan bukan penikmat tulisan. Pada kutub pertama, terdapat kelompok yang produktif menulis. Intensitas menulisnya sangat tinggi. Tentunya dengan berbagai alasan mereka masing-masing. Ada yang beralasan menulis untuk menebar kebaikan dan ibadah. Ada pula yang ingin nenyebarluaskan ilmu pengetahuan dan gagasannya melalui tulisan. Menulis karena pesanan (politik, ekonomi, popularitas), serta berbagai alasan menulis lainnya. Saya ingin menyoroti ramainya berbagai tema tulisan yang beredar di media sosial. Khususnya di Facebook dan grup-grup Whatsapp (karena saya aktif di dua medsos tersebut). Sering kali saya menemukan tulisan-tulisan cukup panjang. Baik tentang keberhasilan, pengalaman hidup, sebuah gagasan dan pemikiran, motivasi, dan berbagai jenis tulisan lainnya yang tentunya bernuansa positif. Tidak hanya dari satu orang, bahkan satu tulisan yang sama titik komanya pernah saya baca dari postingan tiga orang yang berbeda. Dan tidak hanya tulisan itu, pada tulisan lainnya juga pernah terjadi demikian. Saya berpikir, ini ada masalah dengan budaya tulis-menulis kita. Kita pada akhirnya menjumpai orang-orang yang berada di kutub satunya lagi. Yakni, kutub di mana terdapat kelompok orang yang pekerjaannya membaca hasil tulisan orang lain (bahkan hanya judulnya saja) kemudian membagikannya ke berbagai grup FB dan WA serta tak jarang pula langsung diposting sebagai status. Kebiasaan berbagi tulisan yang positif ini tidak selamanya salah. Bahkan baik bagi orang lain yang dapat memetik manfaat dari tulisan itu. Tapi sadarkah kita, bahwa secara tidak langsung kita menumpulkan bahkan mematikan produktivitas menulis diri kita sendiri. Kita terlalu disibukkan dengan membaca dan membagikan tulisan orang lain. Dan kita lupa bahkan semakin tidak percaya diri dengan tulisan kita sendiri. Karena secara tidak langsung, alam bawah sadar kita memaksa kita menyanjung tulisan orang lain dan minder dengan tulisan sendiri. Maka tak heran kita lebih percaya diri membagikan tulisan orang lain daripada tulisan sendiri. Jika sudah tertancap kuat keinginan menjadi penulis, maka sebaiknya kita belajar percaya diri dengan tulisan kita sendiri. Kita penuhi linimasa dan grup-grup media sosial kita dengan karya tulis kita sendiri. Tebarkan manfaat sebanyak mungkin. Khairunnas Anfauhum Linnas. Sebaik-baik manusia adalah yang paling banyak manfaatnya bagi manusia lainnya (Alhadits). Akhirnya kembali kepada diri kita masing-masing. Kita mau berubah menjadi penulis produktif, atau masih terus memelihara hobi copy and paste tulisan orang lain. Tulisan orang lain viral dan menebar manfaat. Sementara kita belum menulis satupun tulisan. Semoga ini menyemangati kita semua. Selamat menulis, #BeActiveWriter Korleko, 23 Oktober 2017 --HH

TARGET; Energi Sebuah Perjuangan

Oleh : Hasrul Hadi

Saya yakin anda pernah merasa malas, tak semangat, atau uring-uringan tidak jelas. Jujur saja, saya pun pernah merasakannya. Bahkan tidak sekali, berkali-kali. Melalui tulisan ini saya ingin sedikit berbagi pengalaman, sekaligus juga sebagi penyemangat dan pengingat bagi diri sendiri yang terkadang lupa dan seringkali merasa jenuh dan tak semangat. Saya sarankan mulai sekarang anda buat target yang jelas. Sekali lagi TARGET yang JELAS. Lalu berjuanglah untuk mencapainya. Di buku-buku motivasi atau dari video-video motivasi bahkan sering kali dijelaskan untuk menulis bahkan memvisualisasikan target itu dalam bentuk gambar. Itu bagus juga anda coba. Kalau saya paling cuma sampai ditulis saja. Semakin jelas targetnya, dan semakin kuat keinginan anda untuk terwujudnya target tersebut, maka hal itu akan memperbesar usaha dan perjuangan anda. Itu semua akan memperbesar energi anda. Lalu apa yang terjadi jika tidak ada target? Ada orang yang mengumpamakan seseorang yang tidak memiliki target itu ibarat sesuatu benda yang mengambang dan hanyut di atas air sungai. Dan biasanya, yang mengambang itu adalah (maaf) kotoran.� Memang sebagian dari kita ada yang berprinsip "biarlah kehidupan saya mengalir seperti air". Anda sah-sah saja berprinsip seperti itu. Tapi bagi saya itu pandangan yang akan menjadikan anda semakin tidak jelas arah hidupnya dan rentan dikendalikan keadaan, rentan pula didikte dan mebghabiskan energi untuk keuntungan orang lain. Saya ingin berbagi sedikit pengalaman hidup saya. Tidak hebat memang. Mungkin banyak yang lebih hebat dari pengalaman saya. Cuma tak ada salahnya berbagi. Ini juga sebagai penyemangat diri saja. Ini cara saya menyemangati diri ketika mulai lesu. Dengan cara mengingat dan mencoba berbagi atas cerita positif dari serpihan hidup saya. Meskipun itu kecil. Meskipun itu akan terdengar sangat lumrah dan biasa saja. Baiklah, kelamaan ceramahnya..� Begini. Ini cerita ketika saya membuat target lulus 2 tahun tepat ketika menempuh pendidikan S.2 di kota Solo, Jawa Tengah. Kenapa saya punya target selesai dalam jangka waktu 2 tahun? Padahal itu memang standar waktu biasanya orang menempuh S.2? Betul memang, tapi apa semua orang mampu dan ingin selesai selama 2 tahun? Belum tentu. Salah satu contoh saya pernah main ke asrama Lombok Timur di Jogja. Di sana saya berkenalan dengan salah seorang mahasiswa di sana, ternyata dia sudah 10 tahun tinggal di sana. Itu dimulai sejak semester 1 jenjang S.1 dan ketika saya berkenalanpun masih S.1. Dalam hati saya berkata "mungkin ini orang mau nyalon jadi kadus di jogja". � Dan itu baru satu contoh. Kasus seperti ini saya tahu cukup banyak. Malahan orang-orang seperti ini sering menganggap diri mereka sebagai orang yang menjalankan long life education, pendidikan seumur hidup. Salah kaprah.� Kembali ke cerita awal. Selain alasan banyak orang yang kelolosan, saya juga ingin wisuda tepat waktu karena kangen kampung halaman, meski lupa halaman ke berapa, kangen dengan masakannya, kangen dengan suasananya, kangen keluarga, dan yang pasti kangen sama seseorang yang spesial �. Selain itu, saya juga merasa terlalu banyak membebani orang tua. Maklum saya masih dibiayai orang tua pada waktu itu. Dan banyak hal lain juga yang tidak bisa saya sebutkan di sini menjadi pemicu saya selesai tepat waktu. Selama 2 tahun itu, sejak mendaftar sampai wisuda saya tidak pernah pulang. Jika dihitung-hitung, saya menjalani 2 kali idul adha dan 1 kali idul fitri di Solo. Yang paling sedih ketika idul fitri sendirian di kost. Untung ibu kostnya baik hati. Jadi sedikit tidak bisa menghibur hati. Banyak pengalaman yang saya dapatkan selama menuntut ilmu. Susah, Sedih, senang, pernah saya rasakan. Apalagi menjelang akhir masa-masa menuntut ilmu. Saya selama 3 bulan penelitian di pesisir utara jawa tengah. Tepatnya di kecamatan Sayung, Demak. Cukup banyak tantangan. Untungnya warga di sana baik-baik orangnya dan mwnerima saya dengan baik pula. Selain itu saya sangat bersyukur memiliki teman-teman yang baik. Selalu mensuport. Membantu ketika dibutuhkan, menghibur dikala susah dan sesih. Begitu pula doa dan dukungan keluarga yang tak kalah pentingnya. Intinya semua itu memperbesar energi saya untuk mewujudkan target yang sudah saya tentukan. Akhirnya tepat tanggal 8 Maret 2014 saya wisuda. Keluarga hadir menemani di hari bahagia itu. Meski tidak berprestasi, setidaknya saya mampu memberi kabar baik bagi keluarga atas usaha dan doa saya selama ini. Saya punya tekad menotong mata rantai kemiskinan dan kebodohan di keluarga kami. Saya terus berharap mudah-mudahan jejak saya ini bisa diikuti oleh anggota keluarga yang lain. Bahakan melebihi apa yang pernah saya capai. Itulah harapan yang tak pernah padam di hati saya. Kembali berbicara masalah target. Itu hanya satu dari sekian banyak target yang pernah saya buat dan berhasil. Tapi tak sedikit target yang saya buat juga belum terwujud. Tapi saya yakin usaha dan doa akan mengantarkan saya pada terwujudnya target tersebut. Pesan saya. Bagi anda yang pernah memiliki target dan akhirnya tetwujud, berbagilah. Jika belum punya target, maka dari sekarang buatlah target-target yang baik dan jelas. Libatkan Allah dalam setiap ikhtiar. Insyaalloh kebahagiaan dan keberhasilan akan dekat denganmu saudaraku. Wallohualambissawab.

KEMERDEKAAN DAN KONTRIBUSI KITA

Oleh : Hasrul Hadi Tidak sedikit yang mengungkapkan keresahannya tentang status kemerdekaan kita. Terutama anggapan bahwa sejatinya kita belum merdeka. Hal ini beralasan, mengingat meski Indonesia sudah 72 tahun merdeka, masih saja ada rakyatnya yang belum sepenuhnya merdeka. Baik merdeka dari pedihnya kemiskinan, derita kebodohan, harkat dan martabat yang direndahkan, marginalisasi dan sederet predikat "keterjajahan". Pendapat maupun fakta yang disuguhkan itu memang sah-sah saja. Namun, seringkali hal itu dijadikan landasan untuk mengkritisi pihak yang berwenang. Mengkritik juga hal yang wajar. Tapi ada batasannya. Menjadi kurang tepat ketika kritik itu dibersamai dengan menggantungkan penyelesaian masalah itu hanya pada satu pihak saja. Hanya kepada pemerintah misalnya. Saya menyadari hal itu kurang bijak karena terkadang si pengkritik hanya mengkritik. Tanpa pernah berusaha memperbaiki keadaan dengan usahanya sendiri. Sekecil apapun usaha itu. Mungkin kita perlu belajar dari ungkapan yang mengatakan "lebih baik beranjak menyalakan lilin daripada diam dan terus menerus mengutuk kegelapan". Mari bertanya pada diri kita masing-masing, kontribusi apa yang telah kita perbuat untuk bangsa ini. Mari pula menimbang besar mana kritikan dengan usaha yang telah kita perbuat untuk bangsa ini. #Dirgahayu RI ke 72 #MERDEKA

Menulis Untuk Keabadian

Menulislah, maka tulisanmu akan bertahan lebih lama dari umurumu. Tentunya jika tulisan tersebut tidak kau hanguskan sendiri atau dihanguskan oleh generasi setelahmu.
Begitu banyak karya tulis yang melegenda. Eksistensinya masih dirasakan sampai detik ini, sementara para penulisnya sudah lama berkalang tanah, ratusan bahkan ribuan tahun yang lalu.
Jika seseorang ingin mempelajari teori-teori dalam ilmu biologi, maka bisa dipastikan ia akan bertemu dengan teori evolusi yang diciptakan oleh Charles Darwin. Darwin mengabadikan teori tersebut dalam buku master peace - nya yang berjudul “the origin of species”. Buku itu begitu melegenda, sampai saat ini gaungnya masih dirasakan. Bahkan buku-buku biologi anak sekolah masih memuat teorinya sebagai landasan dalam mempelajari ilmu biologi. Meski menuai kontroversi, teori yang ditulis oleh Darwin ini harus diakui memiliki pengaruh yang besar bagi perkembangan teori-teori ilmu biologi, bahkan dalam perkembangkannya lebih lanjut diterapkan juga pada ilmu-ilmu sosial yang dikenal dengan teori “Darwinisme Sosial”. Teori Darwinisme sosial salah satunya diadopsi oleh Feriderich Ratzel seorang geograf dari jerman, yang menyempurnakan teori geografi politiknya yang dikenal dengan teori “organic state” atau negara organik. Dalam teorinya itu, ia mengemukakan bahwa “ suatu negara mirip dengan makhluk hidup, ia lahir dan tumbuh mulai dari bayi, kanak-kanak, remaja, dewasa, tua dan akhirnya mati. Dengan demikan, negara sebagaimana makhluk hidup harus memiliki ruang untuk melangsungkan kehidupannya. Teori organic state ini kemudian oleh Housofer berkembang menjadi teori Labensraum (teori ruang hidup). Dan sampailah penerapan teori ini kemudian pada aksi-aksi ekspansi wilayah yang dilakukan oleh Jerman yang dipimpin oleh Adolf Hitler pada waktu itu, dengan dalih memperluas ruang hidup negara Jerman.
Karl Mark sebagai tokoh pendiri idiologi sosialisme-komunis juga salah satunya mencomot teori Darwin sebagai landasan untuk menyusun teorinya. Karl Mark juga mewariskan karya tulis yang tak kalah melegendanya. Ia menulis bukunya yang berjudul “Das Capital”, bahkan saking berpengaruhnya buku ini, seolah dijadikan kitab suci bagi para penganut ideology sosialis-komunis. Di Indonesia sendiri buku ini sempat diberangus karena dianggap terlarang dan berbagaya, mengingat terjadinya tragedi G30-September pada tahun 1965.
Dalam bidang Ilmu lingkungan, Rachel Carson merupakan orang yang dikenal dengan bukunya yang melegenda “Silent Spring”. Bagaimana tidak, buku itu begitu terkenal setelah ia menguraikan perihal peristiwa sepinya burung-burung ketika musim semi. Padahal pada mulanya kicauan burung sangatlah ramai ketika musim semi tiba. Ia memaparkan kejadian tersebut salah satunya dipicu oleh semakin banyaknya zat-zat pencemar lingkungan, terutama yang dihasilkan dari limbah-limbah industri. Inilah awal mula perjuangan terhadap lingkungan dimulai, dan berlanjut sampai saat ini.
Di bidang ilmu Geologi, siapa yang tak mengenal Van Bemmelen. Seorang geolog dari Belanda semasa pemerintahan Hindia Belanda masih bercokol di Indonesia. Ia menulis bukunya yang terkenal dalam bidang geologi yang berjudul “Geology of Indonesia”. Ada kisah menarik ketika buku ini pertama kali ditulis. Naskah asli yang telah selesai ditulis Van Bemellen pada waktu itu disita oleh Tentara Republik Indonesia. Mengingat pada waktu itu terjadi pergolakan rakyat Indonesia terhadap pemerintah Hindia Belanda dalam rangka merebut kemerdekaan. Bahkan pada waktu itu, Van bemmelen ditahan dalam waktu beberapa lama. Naskah yang telah bersusah payah dibuat itu tak kembali juga ke pemiliknya. Akhirnya Van Bemmelen pasrah dengan nasib yang menimpanya. Namun ia tidak berhenti sampai disitu. Ia bahkan menulis ulang naskah buku itu dengan segala kemampuan yang dimiliki, akhirnya buku itu sampai saat ini masih bisa dijadikan rujukan dalam mempelajari Geologi terutama di Indonesia.
Di dunia islam, kita mengenal Imam Ghazali. Beliau adalah salah satu ulama sufi yang amat termasyhur. Mengapa ia begitu terkenal, maka lagi-lagi karena karya tulisnya. Ia mengarang ratusan kitab-kitab agama, dan salah satu yang paling terkenal adalah kitab Ihya’ Ulumuddin - nya. Kitab ini menjadi pegangan pengajaran ilmu-ilmu agama di pesantren-pesantren dan sekolah agama sampai saat ini. Dan saking pentingnya kitab ini sampai diterjemahkan ke berbagai bahasa. Tak luput juga di Indonesia, bahkan terjemahannya pun terus mengalami cetak ulang dan revisi, saking banyaknya permintaan.
Karya tulis yang melegenda begitu banyaknya. Tak cukup untuk saya tuliskan di sini, mengingat keterbatasan pengetahuan yang saya miliki. Lalu apa poin penting dari semua ini? Jawabnnya tentu adalah pentingnya sebuah karya tulis. Profesor Ida Bagus Mantra, seorang pakar Demografi UGM, di awal bukunya ia menulis sebuah nasehat yang pernah diutarakan oleh Frangklin, “jika anda ingin tidak dilupakan orang segera setelah meninggalkan almamater, maka tulislah sesuatu yang patut dibaca atau berbuatlah sesuatu yang patut diabadikan”. Itulah pentingnya menulis. Karena menulis adalah bekerja untuk keabadian. Begitu dahsyatnya sebuah karya tulis. Meski ditulis ratusan bahkan ribuan tahun yang lampau, tetapi seakan mampu membuat penulisnya seolah abadi, meski telah lama tiada. Bisakah kita seperti penulis-penulis hebat itu? Jawabannya tergantung bagaimana kemauan dan kerja keras kita ! selamat menulis !!
Korleko, 31 Agustus 2016

Selasa, 25 Juli 2017

KULIAH KERJA LAPANGAN (KKL) GEOGRAFI DI GILI AIR KLU

Para Peserta KKL Geografi berpose bersama di Gili Air KLU
Sebagai amanat kurikulum, Program Studi Pendidikan Geografi Universitas Hamzanwadi kembali melaksanakan kegiatan Kuliah Kerja Lapangan (KKL). Kegiatan ini dihajatkan sebagai bentuk upaya Program Studi Pendidikan Geografi dalam rangka meningkatkan pengetahuan para mahasiswanya, sehingga tidak terjebak pada pengetahuan teoritis belaka. Kali ini kegiatan dipusatkan di Kabupaten Lombok Utara, tepatnya di Gili Air yang merupakan salah satu Gili Tramena (Trawangan, Meno, dan Air) sebagai kawasan wisata utama di Kabupaten Lombok Utara. Kegiatan ini dilakukan selama dua hari, yaitu hari Senin  dan Selasa Tanggal 22 sampai 23 Mei 2017.

Peserta KKL terdiri dari mahasiswa Program Studi Pendidikan Geografi semester 6 dan 8 yang berjumlah 44 orang dengan dosen pendamping sebanyak tiga orang. Kegiatan KKL ini mengusung tema “Studi Bentang Alam dan Budaya di Kawasan Gili dan Pesisir Kabupaten Lombok Utara”. Hadir sebagai dosen pendamping yaitu bapak Drs. Suroso, M.Si, bapak Agus Muliadi Putra, M.Si. dan bapak Hasrul Hadi, M.Pd.

Hari pertama kegiatan KKL, para pseserta melakukan observasi, wawancara dan menerima pengarahan dari dosen pendamping terkait kegiatan yang dilakukan. Kegiatan pengumpulan data yang dilakukan oleh para peserta difokuskan pada pengkajian bentang alam dan budaya di gili air, baik yang berkaitan dengan kajian geografi fisik (geomorfologi, oseanografi, dan ekologi)  maupun geografi manusia seperti kondisi sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat setempat. Kegiatan pengumpulan data dilakukan pada sore hari. Mulai pada pukul 16.00 wita dan berakhir pada pukul 18.00 wita dan dilanjutkan dengan istirahat, sholat dan makan malam (Ishoma).
Peserta KKL Geografi mendapat pengarahan dari dosen pendamping
Salah satu kelompok peserta KKL yang sedang melakukan pengumpulan data lapangan
Ketika waktu istirahat berakhir pada pukul 20.00 wita, para peserta berkumpul kembali di salah satu ruang kelas Sekolah Dasar (SD) untuk melakukan kegiatan review dan diskusi terhadap data yang telah dikumpulkan sebelumnya. Kegiatan review dilakukan mulai dari masing-masing perwakilan kelompok, kemudian dilanjutkan dengan tambahan pemaparan sekaligus review terhadap hasil data yang dikumpulkan para peserta KKL oleh dosen pendamping lapangan.
Diskusi dan Review data lapangan
Hari kedua, para peserta KKL dan dosen pendamping melanjutkan kegiatan menuju pantai tebing di kecamatan Gangga. Kegiatan yang dilakukan berupa observasi terhadap material (batuan) penyusun tebing, dan juga dilakukan analisis situasi lokasi KKL didampingi oleh dosen pendamping lapangan. Kegiatan kuliah Kerja Lapangan pun berakhir di Pantai Tebing. Namun, sebagai penutup, kegiatan KKL ini diakhiri dengan kunjungan ke Air Terjun Sendang Gila di Senaru Lombok Utara sebagai kegiatan menghilangkan lelah (refreshing) setelah berkutat dengan kegiatan di lapangan. 
Observasi di Pantai Tebing
Kenampakan lahan Pantai Tebing
Mandi bersama di Air Terjun Sendang Gila Senaru

Senin, 24 Juli 2017

PERMAKLUMAN, SAYA PINDAH KE BLOG BARU

Setelah saya berusaha mencoba untuk membuka blog lama, ternyata tidak bisa log in. Ketika website blogger.com dibuka, saya langsung diarahkan untuk membuat blog baru menggunakan akun email google yang telah saya gunakan sebelumnya untuk membuat akun aplikasi milik google seperti youtube. Dugaan saya, mungkin karena akun blog saya yang lama menggunakan email yahoo sehingga diminta ganti oleh pihak google. Ya sudahlah, saya manut saja. Saya akan berusaha ikuti aturan yang berlaku. Saya sadar itu resiko menggunakan akun gratisan. Jadi mau tidak mau saya harus ikuti aturan dari google.

Sebenarnya akun blog saya yang dulu ingin sekali saya kembangkan. Akan tetetapi mungkin dengan terintegrasi dengan email google yang lain akan lebih memudahkan segala urusan yang berkaitan dengan akun google saya. Blog saya yang dulu (hasrulhadi.blogspot.com) akan menjadi blog mati, karena saya sebagai penghuninya telah beralih ke blog yang anda baca ini (hasrul88.blogspot.co.id). Kurang lebih isinya sama antara blog lama saya dengan blog ini, karena saya telah pindahkan semua postingan lama saya ke blog ini. Belum banyak postingan memang, hanya 16 postingan. ini menunjukkan produktivitas menulis saya terbilang masih sangat rendah. Saya berharap ke depan blog ini akan lebih tinggi intensitas publikasinya. sehingga dapat mempertajam kemampuan menulis saya sekaligus dapat memberikan manfaat bagi para pembaca sekalian.

Harap maklum,

Salam..!

MENGENAL PRODI PENDIDIKAN GEOGRAFI UNIVERSITAS HAMZANWADI

Oleh : Hasrul Hadi, M.Pd
Universitas Hamzanwadi merupakan salah satu Perguruan Tinggi swasta di Provinsi Nusa Tenggara Barat yang mengusung selogan “Bersaing dan Berbudaya Santri”. Dalam perjalanannya sejarahnya, Universitas Hamzanwadi telah banyak mencetak lulusan berkualitas, khususnya di bidang keguruan. Para alumninya telah mampu memberikan kontribusi nyata di tengah-tengah masyarakat. Terutama dengan mengedepankan profesionalitas dan akhlak mulia sebagai manifestasi “sarjana yang santri”. Tidak hanya itu, berbagai prestasi juga telah banyak ditorehkan oleh mahasiswa, dosen maupun institusi baik di tingkat regional, nasional maupun internasional.

Secara keseluruhan, Universitas Hamzanwadi memiliki empat fakultas dengan 22 Program Studi, salah satunya adalah Program Studi Pendidikan Geografi. Prodi ini merupakan salah satu dari empat prodi yang berada di jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dan bernaung di bawah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP). Beberapa hal yang terkait dengan Program Studi Pendidikan Geografi dapat diuraikan sebagai berikut :

1.  Sejarah Singkat

Secara Historis, Program Studi Pendidikan Geografi resmi berdiri pada tanggal 8 Agustus 2005 dengan Surat Keputusan Pendirian Nomor 2839/D/T/2005 yang ditandatangani oleh Satryo Soemantri Brodjonegoro mewakili Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti). Penyelenggaraan mulai dilakukan pada bulan Oktober tahun 2005 dan mulai beroperasi setelah terbitnya Surat Keputusan Operasional pada tanggal 12 Juli 2010 dengan Surat Keputusan Nomor 8719/D/T/K-VIII/2010.  

2.  Visi dan Misi

Visi : Pada tahun 2020 menjadi Program Studi Pendidikan Geografi yang mampu menghasilkan Sarjana Pendidikan Geografi yang berdaya saing, beriman dan bertakwa  serta memiliki kepekaan terhadap lingkungan. Misi : 1) Menyelenggarakan perkuliahan pada program studi yang dikaitkan dengan kosmologi islam; 2) Menyelenggarakan penelitian pendidikan geografi sesuai dengan konteks lokal yang mengacu pada kebutuhan global; dan 3) Menyelenggarakan pengabdian kepada masyarakat dalam bidang pendidikan geografi sesuai dengan kebutuhan lokal.

3. Status Akreditasi

Berdasarkan hasil penilaian tahun terakhir dari tim Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) yang diputuskan melalui Surat Keputusan nomor 242/SK/BAN-PT/AK-XVI/S/XII/2013, bahwa Program Studi Pendidikan Geografi Universitas Hamzanwadi memperoleh status akreditasi ”B”.

4. Fasilitas Pendukung

Beberapa Fasilitas Pendukung Kegiatan Perkuliahan antara lain : 1) Memiliki Ruang Kuliah yang nyaman; 2) Memiliki Ruang Micro Teaching, sebagai pusat peraktik kegiatan belajar mengajar; 3) Memiliki Ruang Laboratorium Geografi, sebagai sarana untuk kegiatan praktikum mahasiswa; 4) Sarana Ibadah; serta sarana dan prasarana lainnya sebagai penunjang dalam meningkatkan kompetensi akademik serta keahlian mahasiswa, baikhard skill maupun hard skill.

5. Staf Pengajar

Staf Pengajar (Dosen) sudah berkualifikasi akademik minimal strata 2 (Magister) dan beberapa diantaranya sedang menempuh pendidikan doktoral. Para Staf Pengajar Program Studi Pendidikan Geografi telah berpengalaman dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, seperti kegiatan Pembelajaran (Pendidikan), Penelitian serta Pengabdian Kepada masyarakat. Sehingga keberadaan (eksistensi) Program Studi Pendidikan Geografi tidak hanya dirasakan di kalangan mahasiswa saja melainkan kontribusinya tersebar luas di masyarakat.

6. Kegiatan Mahasiswa

Beberapa Kegiatan yang dilakukan mahasiswa antara lain 1) Kegiatan perkuliahan di kelas yang bertujuan untuk meningkatkan penguasaan serta pengembangan teori, khususnya terkait dengan bidang pendidikan geografi; 2) Kegiatan perkuliahan di lapangan yang bertujuan meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai materi yang diajarkan di kelas dengan secara langsung terjun ke lapangan agar mendapatkan data dan informasi nyata terkait dengan apa yang dibahas.Kegiatan kuliah lapangan dapat berbentuk Kuliah Kerja Lapangan (KKL), kunjungan lapangan (Field Trip), dan Praktikum lapangan; 3) Kegiatan Organisasi kemahasiswaan bidang pendidikan geografi (HMPS Pendidikan Geografi) : Penulisan Karya Ilmiah, Geo Green Action, Seminar Nasional Geografi, Pengembangan Media Pembelajaran Inovatif, Kreative Geo Art, serta kegiatan-kegiatan lainnya yang berbasis pada penyelesaian masalah dalam bidang pendidikan maupun geografi dengan pendekatan utama secara metodologis menggunakan ilmu pendidikan geografi. 

7. Alumni

Para alumni Program Studi Pendidikan Geografi Universitas Hamzanwadi sebagian besar bekerja menjadi guru di Lembaga Pendidikan Negeri maupun Swasta, terutama di jenjang pendidikan Menengah. Beberapa alumni juga berprofesi sebagai tenaga pendidik (dosen) di perguruan tinggi.  Selain itu, tidak hanya di bidang pendidikan dan keguruan, alumni juga banyak bekerja di sektor non kependidikan, baik masuk dalam struktural kepemerintahan, staf program kementrian, LSM, serta tidak sedikit yang sukses berwirausaha.

8. Contact

Khususnya bagi lulusan SMA/MA yang berminat untuk bergabung dapat menghubungi Contact Person berikut :
HP : 081997905824 (Hasrul).
FB : Hasrul Hadi

9. Alamat Sekretariat

Lantai 2 Gedung Rektorat Universitas Hamzanwadi, Jalan TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid, Pancor-Selong, Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Telp. (0376) 21394, Fax (0376) 22954 Fax. (0376) 22954 E-mail : universitas@hamzanwadi.ac.id  Website : http://www.hamzanwadi.ac.id