Selasa, 25 Juli 2017

KULIAH KERJA LAPANGAN (KKL) GEOGRAFI DI GILI AIR KLU

Para Peserta KKL Geografi berpose bersama di Gili Air KLU
Sebagai amanat kurikulum, Program Studi Pendidikan Geografi Universitas Hamzanwadi kembali melaksanakan kegiatan Kuliah Kerja Lapangan (KKL). Kegiatan ini dihajatkan sebagai bentuk upaya Program Studi Pendidikan Geografi dalam rangka meningkatkan pengetahuan para mahasiswanya, sehingga tidak terjebak pada pengetahuan teoritis belaka. Kali ini kegiatan dipusatkan di Kabupaten Lombok Utara, tepatnya di Gili Air yang merupakan salah satu Gili Tramena (Trawangan, Meno, dan Air) sebagai kawasan wisata utama di Kabupaten Lombok Utara. Kegiatan ini dilakukan selama dua hari, yaitu hari Senin  dan Selasa Tanggal 22 sampai 23 Mei 2017.

Peserta KKL terdiri dari mahasiswa Program Studi Pendidikan Geografi semester 6 dan 8 yang berjumlah 44 orang dengan dosen pendamping sebanyak tiga orang. Kegiatan KKL ini mengusung tema “Studi Bentang Alam dan Budaya di Kawasan Gili dan Pesisir Kabupaten Lombok Utara”. Hadir sebagai dosen pendamping yaitu bapak Drs. Suroso, M.Si, bapak Agus Muliadi Putra, M.Si. dan bapak Hasrul Hadi, M.Pd.

Hari pertama kegiatan KKL, para pseserta melakukan observasi, wawancara dan menerima pengarahan dari dosen pendamping terkait kegiatan yang dilakukan. Kegiatan pengumpulan data yang dilakukan oleh para peserta difokuskan pada pengkajian bentang alam dan budaya di gili air, baik yang berkaitan dengan kajian geografi fisik (geomorfologi, oseanografi, dan ekologi)  maupun geografi manusia seperti kondisi sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat setempat. Kegiatan pengumpulan data dilakukan pada sore hari. Mulai pada pukul 16.00 wita dan berakhir pada pukul 18.00 wita dan dilanjutkan dengan istirahat, sholat dan makan malam (Ishoma).
Peserta KKL Geografi mendapat pengarahan dari dosen pendamping
Salah satu kelompok peserta KKL yang sedang melakukan pengumpulan data lapangan
Ketika waktu istirahat berakhir pada pukul 20.00 wita, para peserta berkumpul kembali di salah satu ruang kelas Sekolah Dasar (SD) untuk melakukan kegiatan review dan diskusi terhadap data yang telah dikumpulkan sebelumnya. Kegiatan review dilakukan mulai dari masing-masing perwakilan kelompok, kemudian dilanjutkan dengan tambahan pemaparan sekaligus review terhadap hasil data yang dikumpulkan para peserta KKL oleh dosen pendamping lapangan.
Diskusi dan Review data lapangan
Hari kedua, para peserta KKL dan dosen pendamping melanjutkan kegiatan menuju pantai tebing di kecamatan Gangga. Kegiatan yang dilakukan berupa observasi terhadap material (batuan) penyusun tebing, dan juga dilakukan analisis situasi lokasi KKL didampingi oleh dosen pendamping lapangan. Kegiatan kuliah Kerja Lapangan pun berakhir di Pantai Tebing. Namun, sebagai penutup, kegiatan KKL ini diakhiri dengan kunjungan ke Air Terjun Sendang Gila di Senaru Lombok Utara sebagai kegiatan menghilangkan lelah (refreshing) setelah berkutat dengan kegiatan di lapangan. 
Observasi di Pantai Tebing
Kenampakan lahan Pantai Tebing
Mandi bersama di Air Terjun Sendang Gila Senaru

Senin, 24 Juli 2017

PERMAKLUMAN, SAYA PINDAH KE BLOG BARU

Setelah saya berusaha mencoba untuk membuka blog lama, ternyata tidak bisa log in. Ketika website blogger.com dibuka, saya langsung diarahkan untuk membuat blog baru menggunakan akun email google yang telah saya gunakan sebelumnya untuk membuat akun aplikasi milik google seperti youtube. Dugaan saya, mungkin karena akun blog saya yang lama menggunakan email yahoo sehingga diminta ganti oleh pihak google. Ya sudahlah, saya manut saja. Saya akan berusaha ikuti aturan yang berlaku. Saya sadar itu resiko menggunakan akun gratisan. Jadi mau tidak mau saya harus ikuti aturan dari google.

Sebenarnya akun blog saya yang dulu ingin sekali saya kembangkan. Akan tetetapi mungkin dengan terintegrasi dengan email google yang lain akan lebih memudahkan segala urusan yang berkaitan dengan akun google saya. Blog saya yang dulu (hasrulhadi.blogspot.com) akan menjadi blog mati, karena saya sebagai penghuninya telah beralih ke blog yang anda baca ini (hasrul88.blogspot.co.id). Kurang lebih isinya sama antara blog lama saya dengan blog ini, karena saya telah pindahkan semua postingan lama saya ke blog ini. Belum banyak postingan memang, hanya 16 postingan. ini menunjukkan produktivitas menulis saya terbilang masih sangat rendah. Saya berharap ke depan blog ini akan lebih tinggi intensitas publikasinya. sehingga dapat mempertajam kemampuan menulis saya sekaligus dapat memberikan manfaat bagi para pembaca sekalian.

Harap maklum,

Salam..!

MENGENAL PRODI PENDIDIKAN GEOGRAFI UNIVERSITAS HAMZANWADI

Oleh : Hasrul Hadi, M.Pd
Universitas Hamzanwadi merupakan salah satu Perguruan Tinggi swasta di Provinsi Nusa Tenggara Barat yang mengusung selogan “Bersaing dan Berbudaya Santri”. Dalam perjalanannya sejarahnya, Universitas Hamzanwadi telah banyak mencetak lulusan berkualitas, khususnya di bidang keguruan. Para alumninya telah mampu memberikan kontribusi nyata di tengah-tengah masyarakat. Terutama dengan mengedepankan profesionalitas dan akhlak mulia sebagai manifestasi “sarjana yang santri”. Tidak hanya itu, berbagai prestasi juga telah banyak ditorehkan oleh mahasiswa, dosen maupun institusi baik di tingkat regional, nasional maupun internasional.

Secara keseluruhan, Universitas Hamzanwadi memiliki empat fakultas dengan 22 Program Studi, salah satunya adalah Program Studi Pendidikan Geografi. Prodi ini merupakan salah satu dari empat prodi yang berada di jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dan bernaung di bawah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP). Beberapa hal yang terkait dengan Program Studi Pendidikan Geografi dapat diuraikan sebagai berikut :

1.  Sejarah Singkat

Secara Historis, Program Studi Pendidikan Geografi resmi berdiri pada tanggal 8 Agustus 2005 dengan Surat Keputusan Pendirian Nomor 2839/D/T/2005 yang ditandatangani oleh Satryo Soemantri Brodjonegoro mewakili Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti). Penyelenggaraan mulai dilakukan pada bulan Oktober tahun 2005 dan mulai beroperasi setelah terbitnya Surat Keputusan Operasional pada tanggal 12 Juli 2010 dengan Surat Keputusan Nomor 8719/D/T/K-VIII/2010.  

2.  Visi dan Misi

Visi : Pada tahun 2020 menjadi Program Studi Pendidikan Geografi yang mampu menghasilkan Sarjana Pendidikan Geografi yang berdaya saing, beriman dan bertakwa  serta memiliki kepekaan terhadap lingkungan. Misi : 1) Menyelenggarakan perkuliahan pada program studi yang dikaitkan dengan kosmologi islam; 2) Menyelenggarakan penelitian pendidikan geografi sesuai dengan konteks lokal yang mengacu pada kebutuhan global; dan 3) Menyelenggarakan pengabdian kepada masyarakat dalam bidang pendidikan geografi sesuai dengan kebutuhan lokal.

3. Status Akreditasi

Berdasarkan hasil penilaian tahun terakhir dari tim Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) yang diputuskan melalui Surat Keputusan nomor 242/SK/BAN-PT/AK-XVI/S/XII/2013, bahwa Program Studi Pendidikan Geografi Universitas Hamzanwadi memperoleh status akreditasi ”B”.

4. Fasilitas Pendukung

Beberapa Fasilitas Pendukung Kegiatan Perkuliahan antara lain : 1) Memiliki Ruang Kuliah yang nyaman; 2) Memiliki Ruang Micro Teaching, sebagai pusat peraktik kegiatan belajar mengajar; 3) Memiliki Ruang Laboratorium Geografi, sebagai sarana untuk kegiatan praktikum mahasiswa; 4) Sarana Ibadah; serta sarana dan prasarana lainnya sebagai penunjang dalam meningkatkan kompetensi akademik serta keahlian mahasiswa, baikhard skill maupun hard skill.

5. Staf Pengajar

Staf Pengajar (Dosen) sudah berkualifikasi akademik minimal strata 2 (Magister) dan beberapa diantaranya sedang menempuh pendidikan doktoral. Para Staf Pengajar Program Studi Pendidikan Geografi telah berpengalaman dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, seperti kegiatan Pembelajaran (Pendidikan), Penelitian serta Pengabdian Kepada masyarakat. Sehingga keberadaan (eksistensi) Program Studi Pendidikan Geografi tidak hanya dirasakan di kalangan mahasiswa saja melainkan kontribusinya tersebar luas di masyarakat.

6. Kegiatan Mahasiswa

Beberapa Kegiatan yang dilakukan mahasiswa antara lain 1) Kegiatan perkuliahan di kelas yang bertujuan untuk meningkatkan penguasaan serta pengembangan teori, khususnya terkait dengan bidang pendidikan geografi; 2) Kegiatan perkuliahan di lapangan yang bertujuan meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai materi yang diajarkan di kelas dengan secara langsung terjun ke lapangan agar mendapatkan data dan informasi nyata terkait dengan apa yang dibahas.Kegiatan kuliah lapangan dapat berbentuk Kuliah Kerja Lapangan (KKL), kunjungan lapangan (Field Trip), dan Praktikum lapangan; 3) Kegiatan Organisasi kemahasiswaan bidang pendidikan geografi (HMPS Pendidikan Geografi) : Penulisan Karya Ilmiah, Geo Green Action, Seminar Nasional Geografi, Pengembangan Media Pembelajaran Inovatif, Kreative Geo Art, serta kegiatan-kegiatan lainnya yang berbasis pada penyelesaian masalah dalam bidang pendidikan maupun geografi dengan pendekatan utama secara metodologis menggunakan ilmu pendidikan geografi. 

7. Alumni

Para alumni Program Studi Pendidikan Geografi Universitas Hamzanwadi sebagian besar bekerja menjadi guru di Lembaga Pendidikan Negeri maupun Swasta, terutama di jenjang pendidikan Menengah. Beberapa alumni juga berprofesi sebagai tenaga pendidik (dosen) di perguruan tinggi.  Selain itu, tidak hanya di bidang pendidikan dan keguruan, alumni juga banyak bekerja di sektor non kependidikan, baik masuk dalam struktural kepemerintahan, staf program kementrian, LSM, serta tidak sedikit yang sukses berwirausaha.

8. Contact

Khususnya bagi lulusan SMA/MA yang berminat untuk bergabung dapat menghubungi Contact Person berikut :
HP : 081997905824 (Hasrul).
FB : Hasrul Hadi

9. Alamat Sekretariat

Lantai 2 Gedung Rektorat Universitas Hamzanwadi, Jalan TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid, Pancor-Selong, Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Telp. (0376) 21394, Fax (0376) 22954 Fax. (0376) 22954 E-mail : universitas@hamzanwadi.ac.id  Website : http://www.hamzanwadi.ac.id

GEOAKSI

Oleh : Hasrul Hadi, M.Pd.

(Pembina HMPS Pendidikan Geografi)

GEOAKSI merupakan sebuah gagasan program sebagai basis kegiatan utama dan unggulan bagi mahasiswa Program Studi Pendidikan Geografi Universitas Hamzanwadi. Kata “GEOAKSI” dapat dirartikan sebagai aktivitas yang dilandasi oleh ilmu Pendidikan Geografi. GEOAKSI diibaratkan sebagai sebuah payung yang menaungi beberapa program unggulan bidang Pendidikan Geografi. Selain itu, GEOAKSI juga berfungsi sebagai wadah unjuk karya bagi mahasiswa Pendidikan Geografi Universitas Hamzanwadi. Sehingga dengan singkat dapat dikatakan GEOAKSI adalah sekumpulan aksi nyata dan karya mahasiswa Program Studi Pendidikan Geografi Universitas Hamzanwadi. Pelaksanaan program ini dapat dikembangkan berdasarkan ide-ide kreatif mahasiswa maupun dosen prodi Pendidikan Geografi Universitas Hamzanwadi. Beberapa program tersebut antara lain :

1. Penulisan Karya Ilmiah
Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap kemajuan ilmu pengetahuan. Sebagai ajang perlombaan menghasilkan karya tulis ilmiah terbaik serta sebagai tanggung jawab moral menjalankan salah satu domain tridharma perguruan tinggi. Kegiatan ini dibimbing langsung oleh Pembina HMPS dalam hal pelatihannya rutin satu kali dalam seminggu. Diharapkan dari kegiatan pelatihan tersebut, sensitivitas mahasiswa dalam melihat berbagai fenomena geosfer menjadi inspirasi penulisan karya ilmiah yang muaranya pada even-even perlombaan karya tulis ilmiah baik di tingkat, lokal, nasional bahkan internasional. Selain itu, karya tulis mahasiswa juga diharapkan dapat dipublikasikan di berbagai media publikasi.

2. Seminar Nasional Geografi
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan wawasan mahasiswa khususnya dalam bidang pendidikan geografi sebagai wujud pengembangan ilmu pengetahuan. Di samping itu kegiatan seminar nasional geografi juga dapat menjadi pencerahan bagi segenap mahasiswa geografi maupun guru-guru geografi. Sehingga diharapkan mampu menambah dan mengikuti perkembangan khazanah ilmu pengetahuan, khususnya di bidang pendidikan geografi.

3. Pengembangan Media dan Model Pembelajaran Geografi
Untuk menjawab berbagai permasalahan pembelajaran Geografi di sekolah, khususnya pada jenjang pendidikan menengah (SMP dan SMA), maka dibutuhkan upaya pengembangan media dan model pembelajaran yang inovatif. Kegiatan pengembangan media dan model pembelajaran inovatif ini dilakukan oleh mahasiswa dengan pendampingan intensif dari dosen.

4. Geo Green Action
Kegiatan ini merupakan aksi nyata sebagai langkah untuk menghadapi persoalan kekeringan dan sebagai langkah konservasi lahan kritis. Geo Green Action terdiri dari dua aksi utama, yaitu pembibitan pohon dan penghijauan lahan kritis. Kegiatan pembibitan dipusatkan di sebuah lahan milik orang tua salah seorang mahasiswa di lingkungan Desa Majidi Kecamatan Selong. Lahan tersebut sekaligus dijadikan Basecamp GeoGreen Action yang sifatnya sementara. Aksi selanjutnya yaitu kegiatan penghijauan yang dilakukan pada lahan kritis, khususnya yang berada di Kabupaten Lombok Timur, dan di Provinsi NTB serta daerah lainnya di Indonesia pada umumnya.

5.  Creative GeoArt
Sebagai wadah untuk mengembangkan kreativitas mahasiswa dalam bidang seni dan sastra, maka dicetuskan program Creative GeoArt. Program ini sebagai bentuk ekspresi seni mahasiswa yang content (isi) nya berkaitan dengan pendidikan geografi. Segala jenis karya seni maupun sastra dapat diciptakan mahasiswa, baik berupa seni music, lagu, drama, puisi, gambar, lukisan, karikatur, desain, dan lainnya yang pada intinya karya seni ataupun sastra tersebut terkait dengan pendidikan geografi.

6.  GeoTrip
Pengembangan ilmu pengetahuan dalam bidang pendidikan geografi tidak hanya dilakukan di dalam kelas. Tetapi juga sebagai wujud mendalami ilmu geografi dilakukan dengan kegiatan kunjungan lapangan (GeoTrip). Kegiatan ini berupa kunjungan lapangan dengan kegiatan observasi dan penggalian data geografi secara langsung di lapangan dengan bimbingan dari dosen prodi pendidikan geografi. Harapannya, kegiatan ini dapat dijadikan wadah pengembangan ilmu pengetahuan khususnya bagi mahasiswa dan kemudian akan dikembangkan bagi siswa-siswa sekolah, khususnya di tingkat SMP/MTs dan SMA/MA.

7.  GeoEvent
GeoEvent merupakan salah satu program yang dipersiapkan untuk diisi oleh even-even yang dirancang dan dilaksanakan sesuai dengan momen-momen tertentu. Misalnya, dalam rangka mempringati hari bumi dilakukan kegiatan kemah bakti geografi, olimpiade geografi tingkat SMP dan SMA, penanggulangan bencana, dan sebagainya. 

***

MENULIS UNTUK KEABADIAN



Menulislah, maka tulisanmu akan bertahan lebih lama dari umurumu. Tentunya jika tulisan tersebut tidak kau hanguskan sendiri atau dihanguskan oleh generasi setelahmu.

Begitu banyak karya tulis yang melegenda. Eksistensinya masih dirasakan sampai detik ini, sementara para penulisnya sudah lama berkalang tanah, ratusan bahkan ribuan tahun yang lalu.

Jika seseorang ingin mempelajari teori-teori dalam ilmu biologi, maka bisa dipastikan ia akan bertemu dengan teori evolusi yang diciptakan oleh Charles Darwin. Darwin mengabadikan teori tersebut dalam buku master peace - nya yang berjudul “the origin of species”. Buku itu begitu melegenda, sampai saat ini gaungnya masih dirasakan. Bahkan buku-buku biologi anak sekolah masih memuat teorinya sebagai landasan dalam mempelajari ilmu biologi. Meski menuai kontroversi, teori yang ditulis oleh Darwin ini harus diakui memiliki pengaruh yang besar bagi perkembangan teori-teori ilmu biologi, bahkan dalam perkembangkannya lebih lanjut diterapkan juga pada ilmu-ilmu sosial yang dikenal dengan teori “Darwinisme Sosial”. Teori Darwinisme sosial salah satunya diadopsi oleh Feriderich Ratzel seorang geograf dari jerman, yang menyempurnakan teori geografi politiknya yang dikenal dengan teori “organic state” atau negara organik. Dalam teorinya itu, ia mengemukakan bahwa “ suatu negara mirip dengan makhluk hidup, ia lahir dan tumbuh mulai dari bayi, kanak-kanak, remaja, dewasa, tua dan akhirnya mati. Dengan demikan, negara sebagaimana makhluk hidup harus memiliki ruang untuk melangsungkan kehidupannya. Teori organic state ini kemudian oleh Housofer berkembang menjadi teori Labensraum (teori ruang hidup). Dan sampailah penerapan teori ini kemudian pada aksi-aksi ekspansi wilayah yang dilakukan oleh Jerman yang dipimpin oleh Adolf Hitler pada waktu itu, dengan dalih memperluas ruang hidup negara Jerman.

Karl Mark sebagai tokoh pendiri idiologi sosialisme-komunis juga salah satunya mencomot teori Darwin sebagai landasan untuk menyusun teorinya. Karl Mark juga mewariskan karya tulis yang tak kalah melegendanya. Ia menulis bukunya yang berjudul “Das Capital”, bahkan saking berpengaruhnya buku ini, seolah dijadikan kitab suci bagi para penganut ideology sosialis-komunis. Di Indonesia sendiri buku ini sempat diberangus karena dianggap terlarang dan berbagaya, mengingat terjadinya tragedi G30-September pada tahun 1965.

Dalam bidang Ilmu lingkungan, Rachel Carson merupakan orang yang dikenal dengan bukunya yang melegenda “Silent Spring”. Bagaimana tidak, buku itu begitu terkenal setelah ia menguraikan perihal peristiwa sepinya burung-burung ketika musim semi. Padahal pada mulanya kicauan burung sangatlah ramai ketika musim semi tiba. Ia memaparkan kejadian tersebut salah satunya dipicu oleh semakin banyaknya zat-zat pencemar lingkungan, terutama yang dihasilkan dari limbah-limbah industri. Inilah awal mula perjuangan terhadap lingkungan dimulai, dan berlanjut sampai saat ini.

Di bidang ilmu Geologi, siapa yang tak mengenal Van Bemmelen. Seorang geolog dari Belanda semasa pemerintahan Hindia Belanda masih bercokol di Indonesia. Ia menulis bukunya yang terkenal dalam bidang geologi yang berjudul “Geology of Indonesia”. Ada kisah menarik ketika buku ini pertama kali ditulis. Naskah asli yang telah selesai ditulis Van Bemellen pada waktu itu disita oleh Tentara Republik Indonesia. Mengingat pada waktu itu terjadi pergolakan rakyat Indonesia terhadap pemerintah Hindia Belanda dalam rangka merebut kemerdekaan. Bahkan pada waktu itu, Van bemmelen ditahan dalam waktu beberapa lama. Naskah yang telah bersusah payah dibuat itu tak kembali juga ke pemiliknya. Akhirnya Van Bemmelen pasrah dengan nasib yang menimpanya. Namun ia tidak berhenti sampai disitu. Ia bahkan menulis ulang naskah buku itu dengan segala kemampuan yang dimiliki, akhirnya buku itu sampai saat ini masih bisa dijadikan rujukan dalam mempelajari Geologi terutama di Indonesia.    

Di dunia islam, kita mengenal Imam Ghazali. Beliau adalah salah satu ulama sufi yang amat termasyhur. Mengapa ia begitu terkenal, maka lagi-lagi karena karya tulisnya. Ia mengarang ratusan kitab-kitab agama, dan salah satu yang paling terkenal adalah kitab Ihya’ Ulumuddin - nya. Kitab ini menjadi pegangan pengajaran ilmu-ilmu agama di pesantren-pesantren dan sekolah agama sampai saat ini. Dan saking pentingnya kitab ini sampai diterjemahkan ke berbagai bahasa. Tak luput juga di Indonesia, bahkan terjemahannya pun terus mengalami cetak ulang dan revisi, saking banyaknya permintaan.

Karya tulis yang melegenda begitu banyaknya. Tak cukup untuk saya tuliskan di sini, mengingat keterbatasan pengetahuan yang saya miliki. Lalu apa poin penting dari semua ini? Jawabnnya tentu adalah pentingnya sebuah karya tulis. Profesor Ida Bagus Mantra, seorang pakar Demografi UGM, di awal bukunya ia menulis sebuah nasehat yang pernah diutarakan oleh Frangklin, “jika anda ingin tidak dilupakan orang segera setelah meninggalkan almamater, maka tulislah sesuatu yang patut dibaca atau berbuatlah sesuatu yang patut diabadikan”. Itulah pentingnya menulis. Karena menulis adalah bekerja untuk keabadian. Begitu dahsyatnya sebuah karya tulis. Meski ditulis ratusan bahkan ribuan tahun yang lampau, tetapi seakan mampu membuat penulisnya seolah abadi, meski telah lama tiada. Bisakah kita seperti penulis-penulis hebat itu? Jawabannya tergantung bagaimana kemauan dan kerja keras kita ! selamat menulis !!


Korleko, 31 Agustus 2016

SEMINAR DAN KULIAH UMUM GEOGRAFI



Pancor – Sebagai upaya meningkatkan wawasan dan pengetahuan mahasiswa di bidang Akademik, Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Pendidikan Geografi menyelenggarakan kegiatan Seminar dan Kuliah Umum. Kegiatan ini dilakukan pada hari Ahad, 10 Januari 2016 bertempat di ruang Auditorium Siti Rauhun STKIP Hamzanwadi Selong. Kegiatan ini mengusung tema “Pengenalan Model Pembelajaran Bina Lingkungan pada Mata Pelajaran Geografi dalam Meningkatkan Minat Belajar Peserta Didik”.

Kegiatan ini dimulai pada pukul 08.00 Wita dan berakhir pada pukul 12.00 Wita. Sejumlah 70 peserta hadir dalam kegiatan ini yang terdiri dari sebagian besar mahasiswa Program Studi Pendidikan Geografi STKIP Hamzanwadi Selong. Beberapa orang alumni dan beberapa mahasiswa juga berasal dari program studi lainnya. Pada kegiatan pembukaan, hadir pula dari kalangan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STKIP Hamzanwadi Selong dan juga Ketua Program Studi Pendidikan Geografi STKIP Hamzanwadi Selong, yakni bapak Drs. Suroso, M.Si yang sekaligus membuka acara.

Dalam sambutannya, bapak Drs. Suroso, M.Si menyampaikan betapa pentingnya kegiatan akademik semacam Seminar dan Kuliah Umum ini untuk kegiatan peningkatan kualitas atmosfer akademik. Selain itu, ia juga menegaskan bahwa kegiatan-kegiatan akademis semacam ini harus terus ditingkatkan, sehingga ke depannya mahasiswa dapat lebih berkualitas  lagi. Tidak hanya secara formal dan seremonial, ia juga menyarankan agar mahasiswa dapat membangun atmosfer akademik yang baik. “polanya dapat dilakukan dengen membentuk “arisan intelektual” ungkapnya. Arisan intelektual yang dimaksud adalah kegiatan diskusi nonformal yang bisa saja dilakukan oleh mahasiswa dengan kumpul-kumpul bersama di tempat yang diinginkan dengan tema-tema tertentu yang berkaitan dengan ilmu kependidikan maupun ilmu geografi. Ia juga menekankan untuk menjadi cerdas itu tidak perlu terlalu bergantung terhadap ada atau tidak serta besar atau kecilnya biaya, namun ia lebih menekankan adanya kemauan dan usaha keraslah yang dapat meningkatkan kemajuan dan kesuksesan bagi mahasiswa.

Hadir sebagai pemeteri kegiatan tersebut yaitu Hasrul Hadi, M.Pd selaku pemateri pertama yang merupakan dosen tetap di Program Studi Pendidikan Geografi STKIP Hamzanwadi Selong. Selain itu hadir pula Ramli Akhmad, S.Pd yang merupakan mahasiswa Pascasarjana Universitas Pendidikan (UPI) Bandung. Ia merupakan salah satu penerima beasiswa Lembaga Penyedia Dana Pendidikan (LPDP) dari Propinsi NTB. Kedua pemateri ini merupakan alumni Program Studi Pendidikan Geografi STKIP Hamzanwadi Selong.

Dalam paparannya, pemateri pertama lebih menekankan pada pentingnya Pendidikan Lingkungan Hidup secara umum, baik di lingkungan keluarga, sekolah maupun di masyarakat. Lebih spesifik ia menguraikan tentang pentingnya penanaman etika lingkungan melalui Pendidikan Lingkungan Hidup. Hal ini mengacu pada berbagai permasalahan lingkungan yang terjadi akhir-akhir ini. Harapannya, melalui Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH) diharapkan dapat memotong mata rantai perbuatan perusakan lingkungan, sehingga generasi ke depan dapat menjadi generasi yang peduli lingkungan.

Sementara itu pemateri ke dua lebih menekankan pada implementasi model pembelajaran bina lingkungan di sekolah, khususnya di tingkat SMA. Ia memaparkan niatan pemerintah membentuk Negara Indonesia yang berporos maritime (kelautan) diselaraskan dengan kurikulum pendidikan. Sehingga hal tersebut juga harus dijabarkan oleh guru selaku pelaksana kurikulum dalam pererencanaan, pelaksanaan maupun evaluasi pembelajarannya di sekolah. Harapannya geografi sebagai mata pelajaran di sekolah dapat dijadikan sarana keilmuan yang dapat mengatasi masalah maupun mengembangakan potensi di bidang kemaritiman tersebut.

Secara keseluruhan, kegiatan Seminar dan Kuliah Umum ini berlangsung dengan lancar dan atraktif. Diwarnai pula dengan adanya hiburan berupa pertunjukan musik oleh mahasiswa, serta pembagian dorprize bagi peserta yang dapat menjawab pertanyaan dari pemateri maupun panitia, sehingga acara ini terasa lebih semarak.

FIELD TRIP GEOGRAFI DI KAWASAN TAMAN NASIONAL GUNUNG RINJANI


Otak Kokok Joben  - Sebagai tindak lanjut kegiatan seminar dan kuliah umum pada tanggal 10 Januari 2016, Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Pendidikan Geografi STKIP Hamzanwadi Selong mengadakan Field Trip (kegiatan lapangan) pada hari Senin, 11 Januari 2016. Kegiatan ini berlangsung di Resort Joben yang masuk ke dalam Seksi Pengelolaan Wilayah II Kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani. Kawasan Taman Nasional ini meliputi tiga desa, yaitu Desa Peringgajurang, Desa Montong Betok dan Desa Montong Gading. Kegiatan ini diikuti oleh 25 orang peserta yang didampingi oleh 3 orang dari unsur dosen dan alumni. Peserta kegiatan ini khususnya merupakan mahasiswa Program Studi Pendidikan Geografi STKIP Hamzanwadi Selong, dari 3 angkatan yaitu semester 2, 4 dan semester 6.

Sebagai upaya memahami lebih dalam mengenai upaya konservasi di Kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani, kegiatan ini mengusung tema “Biodiversity di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani”. Sebagai misi utama dari kegiatan ini adalah dapat disusunnya sebuah buku oleh peserta yang membahas mengenai keanekaragaman hayati di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani, Khususnya di Kawasan Resort Joben. Terlebih dahulu, telah disiapkan lembar observasi dan wawancara terkait berbagai hal yang menyangkut keanekaragaman hayati di lokasi field trip. 

Kegiatan awal dimulai dengan pembentukan kelompok yang dipimpin langsung oleh koordinator lapangan dari unsur panitia. Selanjutnya ada beberapa pengarahan yang disampaikan dosen maupun alumni guna kelancaran acara ini. Acara inti berupa penyampaian beberapa informasi penting oleh pemandu. Sebagai pemandu hadir dari pihak pengelola Taman Wisata Gunung Rinjani khususnya di resort Joben, yaitu bapak Wasmat. Setelah menyampaikan informasi penting, maka dilakukan kegiatan pengenalan flora dan fauna serta berbagai hal yang terkait dengan keanekaragaman hayati di kawasan resort Joben Taman Nasional Gunung Rinjani. Pemandu menjelaskan berbagai macam jenis tanaman maupun hewan yang hidup di lokasi ini, sementara para peserta field trip mencatat penjelasan, sambil sesekali bertanya dan mengamati jenis flora dan fauna yang dijelaskan.  Adapun flora dan fauna tersebut sebagian besarnya murni berasal dari lombok, meski ada beberapa flora yang menurut penuturan pak Wasmat berasal dari luar pulau.

Kegiatan field trip dimulai dari kawasan sekitar lokasi perkemahan dan berakhir di lokasi wisata pemandian dan air terjun Otak Kokok Joben. Sambil menyusuri kawasan hutan, melewati perbukitan maupun anak sungai, meski cukup menguras tenaga, para peserta tetap antusias dan bersemangat mengikuti kegiatan ini. Acara ditutup dengan kegiatan evaluasi dan pengarahan dari pendamping. Sebagai hiburan, sebelum akhirnya kembali ke kempus, para peserta menikmati jernih dan segarnya air kolam dan air terjun di lokasi wisata Otak Kokok Joben, sehingga para peserta seolah diterapi dan terbebas dari rasa lelah yang dialaminya.

***